Palembang- Panen Perdana Bawang Merah, Pola Kemitraan Investor dan Petani yang dilaksanakan Lembaga Pelatihan Agri Bisnis Mandiri Bersama Kanwil Pandu Tani Indonesia (Patani) Sumsel bertempat di Desa Pulau Semambu KM 24 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (21/3).

Turut hadir pada Panen Perdana Bawang Merah di Desa Pulau Semambu, Direktur Bina Usaha Desa Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal, Sugeng Riyadi, Dirut Patani Sarjan Tahir, Wakil Rektor Universitas Bina Darma, DR Sunda Ariana, Perwakikan Universitas Muhammadiyah, PROF Dr Zainuddin, Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DR Sri Rahayu, Perwakilan STIER DR Usainlan Umar, Tokoh Pengusaha Bawang Merah Sumsel H Soni, Wakil ketua DPRD Musi Rawas Ismun Yahya, Kadin Banyuasin Fauzi, Ketua Bharadatu Sapriadi SH MH, Kacab Patani Oi, Kacab Patani Palembang, Kanwil Patani Sumsel Misliha, Sekretaris Patani Sumsel Husyam, serta seluruh Kades Se-Kabupaten OI.

Dirut Patani Sumsel, Sarjan Tahir mengatakan, Panen Perdana bawang merah hari ini merupakan gerakan yang bisa ditindak lanjutkan Patani Sumsel dengan komoditi lainnya sesuai keunggulan daerah masing - masing. "Kegiatan ini agar bisa membantu usaha-usaha ekonomi produktif masyarakat desa dari off farm menjadi on farm yang bertujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," jelasnya. 

Ditambahkanya, Kegiatan seperti merupakan kegiatan Patani dalam rangka merajut potensi desa yg terus bergulir di Sumsel. "Ini salah satu bentuk Patani dalam menggerakan perekonomian yang dimulai dari desa. Hal ini juga untuk mengurangi urbanisasi dan menekan angka kriminalitas di perkotaan," tegasnya.


Ditempat yang bersamaan, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal, Sugeng Riyadi, mengatakan, Kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan nyata untuk memberdayakan masyarakat desa.

"Diharapkan desa - desa dapat mandiri, Mampu memanfaatkan potensi desa masing - masing. Seperti desa Pulau Sambu yang mampu mengolah pontensi desanya," harapnyaDitambahkanya, Pembangunan ekonomi desa dapat bangkit dan setiap desa dapat membangun ke kahsan potensi masing - masing, Dengan menganut asas one village on product.


"Pengelolaan BUMDesa tidak hanya untuk insfratuktur saja, Tetapi penggunaan dana tersebut ke hal - hal ekonomi produktif dan sederhana. Seperti mengembangkan pertanian hortikultura yang memang mempunyai nilai ekonomi yg sangat bagus," singkatnya.

Sumber: DetikSumsel.Com

Share this post on: