Palembang - Jumlah pengusaha muda di Indonesia hanya 0,18 persen dari total penduduk di Indonesia. Angka ini masih jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengusaha muda di Malaysia yang mencapai 16 persen dari total populasi penduduk di negeri Jiran itu.

Demikian diungkapkan Kanwil Patani Sumsel, Ir. Hj. Misliha. R. MM saat menjadi pemateri entrepreneur class dengan agenda Pelatihan dan pengembangan diri UKM Agribisnis Pemuda Patani Sumsel di Sekretariat Patani Sumsel, Senin malam (27/3).

"Dan Palembang sendiri, jumlah pengusaha muda masih sangat minim yakni hanya sekitar 1 persen, padahal idealnya Kota Palembang harus memiliki tak kurang dari 3 persen pengusaha," katanya.

Menurutnya, penyebab masih cukup rendahnya jumlah pengusaha muda di Indonesia khususnya Sumsel termasuk Palembang karena sebagian besar masyarakat mengganggap bidang tersebut bukan profesi yang dicita-citakan. Selama ini orientasi pemuda ketika telah menamatkan pendidikan hanya terpaku untuk mencari kerja.

"Harusnya kita menciptakan lapangan kerja. Akibatnya orientasinya ketika tamat sekolah cari kerja spt menjadi PNS, pegawai Bank, BUMN dan lainnya. Sehingga saat ini masih banyak anggapan bahwa yang menjadi pengusaha karena tidak ada pekerjaan ataupun diberhentikan dari profesinya sbg menjadi pengusaha dkarenakan faktor tidak sengaja atau "kecelakaan"," tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Dirut Patani, Sarjan Tahir, bahwa mulai sekarang harus berusaha mengubah cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, bahwa menjadi pengusaha adalah bagian dari Passion atau gaya hidup.

"Memang untuk Menjadi pengusaha muda yang dapat meraih kesuksesan memang bukanlah hal mudah, perlu perjuangan dan semangat tangguh untuk mencapai semuanya. Dan Untuk dapat mencapai kesuksesan meski usaha itu dimulai dari nol. Lika-liku perjalanan usaha yang dihadapi justru harus menjadi kekuatan untuk meraih kunci sukses," terangnya.

Masih menurut Sarjan, untuk memajukan sebuah usaha dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dari para pelaku usaha dan pelatihan kewirausahaan menjadi alternatif untuk meningkatkan soft-skill dari para pelaku usaha. "Terutama anak-anak muda yang berkeinginan dan mempunyai Pasiion sebagai enterprenur skala Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM)," sambungnya.

Dalam class singkatnya, Dirut Patani selain memotivasi juga membuka wawasan dan membangkitkan semangat anak-anak muda untuk mandiri sehingga mampu menjadi enterprenur dan meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan mitra. Selain itu, juga anak-anak muda tab ditantang untuk segera action menggerakkan usaha UKM walau masih dalam skala kecil. Baik itu memasarkan komoditi Bawang, florist, desain taman, Kelapa dogan, jagung, Air mineral, Nuged sosis, Ikan, bebek, pupuk organik dan lain-lain.

Diketahui, tahap awal pelatihan singkat ini diikuti oleh 17 orang putra-putri yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pemuda PATANI. Rencananya, kedepan akan semakin banyak dapat diikuti oleh pemuda pemuda Sumsel.

Erik, salah satu pemuda yg saat ini memang sedang memulai usaha kecilnya merasa sangat senang sekali dengan kegiatan pelatihan ini dan berharap dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk menjadi seorang enterprenur sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

"Ini menjadi support saya dan rekan-rekan untuk memiliki kemampuan dan "passion" gaya hidup sebagai enterprenur," ungkapnya.

Acara pelatihan singkat ini ditutup dg kunjungan dan makan malam di RM Bebek pak Selamet yang saat ini dijalankan oleh bung Dani selaku pengusaha muda kuliner di palembang yang terbilang cukup sukses.

Sumber: www.detiksumsel.com


Share this post on: