Palembang - Komoditi pertanian sebagian besar adalah komoditi yang cepat rusak apabila tidak langsung dikonsumsi ataupun dilakukan proses pengolahan lanjut. Adapun dengan pengolahan lanjut, mampu memberikan nilai tambah (value added) terhadap komoditi pertanian.


"UKM mempunyai potensi untuk dapat menimbulkan dampak pembangunan yang strategis dalam ekonomi terutama dalam aspek peningkatan nilai tambah, aspek pemerataan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja dalam mengatasi pengangguran, kemiskinan dan urbanisasi," kata Dirut PATANI Sarjan Tahir saat memaparkan potensi industri pedesaan, kemarin.


Dikatakan, pembangunan industri kecil Pedesaan di Sumsel yang mempunyai potensi sangat besar saat ini harus lebih ditingkatkan lagi, mengingat sumberdaya alam lokal dan kreativitas masyarakat di berbagai bidang cukup besar.


"Berbagai jenis industri pedesaan di 17 kabupaten kota se sumsel harus lebih dikembangakan lagi seperti indutri olahan dari tanaman jagung, kopi, cabe, lada, bawang, teh, karet, ukir kayu dan lain sebagainya," sebutnya.


Saat ini, kata Politisi Demokrat ini, sektor perindustrian desa harus diberikan perhatian lebih karena industri desa akan mampu meningkatkan ekonomi desa dan memberi banyak sumbangan bagi perekonomian daerah serta nasional.


"Dalam usaha memajukan industri desa, pelatihan dan bimbingan bagi pengusaha desa memang perlu guna menghasilkan produk lokal yang berkualitas. baik dari lembaga pemerintah maupun dari profesional guna meningkatkan produktivititas industri desa tersebut," ungkapnya.


Balon gubernur Sumsel ini mengatakan, industri desa harus mampu berubah dari tradisional ke jenis produk yang lebih kreatif dan inovatif agar menarik hati dan minat para konsumen. "Jika usaha memajukan industri desa dilakukan secara konsisten dan sistematik maka suatu hari nanti industri desa akan semakin maju dan mampu mencapai taraf nasional dan internasional," ungkapnya.


Oleh karena itu, kata Sarjan, masyarakat desa haruslah mampu dan mau bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan hasil industri desa dan tidak bergantung hanya kepad pemerintah saja. "Industri desa haruslah bekerjasama dengan berbagai pihak, dan dikelola oleh masyarakt desa setempat yang berpendidikan agar mereka berpeluang mengabdi kepada desanya, tanpa perlu pindah ke kota untuk mencari kehidupan di kota yang pada akhirnya menjadi masalah bagi kota itu sendiri," paparnya.


"Jika industri desa lebih ditingkatkan, maka peluang pekerjaan akan bertambah dan taraf kehidupan penduduk desa dapat ditingkatkan karena di mana ada gula, di situ ada semut," katanya lagi.


Masih menurut Sarjan, jika industri di desa maju di kabupaten kota maka tidak menutup kemungkinan dapat meningkatkan sektor pariwisata juga dan dpt menjadi sumber PAD baru lagi.


"Diharapkan pemerintah daerah dan pusat mempunyai peranan penting dalam usaha menggalakkan generasi muda masa ini untuk mengelola industri desa supaya industri ini dapat lebih berkembang ke seluruh pelosok kabupaten, propinsi dan nasional sehingga mampu menjadikan Sumsel terdepan dan berkeadilan," pungkasnya.


Sumber: detiksumsel.com

Share this post on: